KESETIMBANGAN KIMIA


Tanggal : 20 – 01 -10
KESETIMBANGAN KIMIA
A. REAKSI SATU ARAH DAN REAKSI BOLAK BALIK
1. Reaksi Satu Arah (Irreversible)
Ciri-cirinya :
· Reaksi ditulis dengan satu anak panah
· Reaksi berlangsung tuntas
· Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis
· Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan lagi seperti zat mula-mula
2. Reaksi Bolak-Balik (Reversible)
Ciri-cirinya :
· Reaksi ditulis dengan dua anak panah
· Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari reaktan dan dari produk
B. KEADAAN SETIMBANG DINAMIS
Apabila reaksi berlangsung bolak-balik berlangsung dalam system tertutup dan dan pada suhu tetap maka system akan mencapai keadaan setimbang, jumlah reaktan akan berkurang dan jumlah produk akan bertambah. Setelah system mencapai keadaan setimbang, jumlah masing-masing zat tidak berubah lagi. Hal tersebut bukan karena reaksi telah berhenti, tetapi karena jumlah partikel zat yang bereaksi dalam satuan waktu sama dengan jumlah zat yang terbentuk kembali. Keadaan setimbang ini disebut kesetimbangan dinamis.
C. PERGESERAN KESETIMBANGAN
1. Pengaruh perubahan konsentrasi
Jika konsentrasi zat diperbesar maka kesetimbangan bergeser DARI arah zat tersebut.
Jika konsentrasi zat diperkecil maka kesetimbangan bergeser KE arah zat tersebut.
Catatan : zat padat (solid) tidak mempengaruhi pergeseran kesetimbangan
2. Pengaruh perubahan volume
Jika volume diperbesar maka kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah koefisiennya lebih besar.
Jika volume diperkecil maka kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah koefisiennya lebih kecil.
3. Pengaruh perubahan tekanan
Jika tekanan diperbesar maka kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah koefisiennya lebih kecil.
Jika tekanan diperkecil maka kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah koefisiennya lebih besar.
4. Pengaruh perubahan temperatur
Jika temperatur dinaikkan maka kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm. (∆H negatif)
Jika temperatur diturunkan maka kesetimbangan bergeser ke arah reaksi eksoterm. (∆H positif)
5. Pengaruh katalis
Katalis tidak menyebabkan kesetimbangan bergeser, melainkan hanya mempercepat tercapainya kesetimbangan.
D. HUKUM KESETIMBANGAN
Hasi kali konsentrasi zat-zat produk dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat reaktan yang masing-masing dipangkatkan dengan harga koefisien reaksinya adalah tetap pada temperatur tetap.
mA + nB pC + qD
Kc = [C]p [D]q
[A]m [B]n
1. TETAPAN KESETIMBANGAN HETEROGEN (wujud zat berbeda-beda)
Untuk menuliskan rumus tetapan kesetimbangan dari system kesetimbangan heterogen, konsentrasi zat yang berwujud padat dan cair tidak dituliskan. Hal ini disebabkan zat yang berwujud padat dan cair tidak mempunyai konsentrasi.
Padat/ solid (s) dan Cair/ liquid (l).
2. TETAPAN KESETIMBANGAN DENGAN TEKANAN PARSIAL (Kp)
Tetapan kesetimbangan untuk system kesetimbangan gas dinyatakan dengan tekanan parsial gas.
mA (g) + nB (g) pC (g) + qD (g)
Kp = [PC]p [PD]q
[PA]m [PB]n
Untuk menghitung nilai Kp, sebelumnya kita harus menghitung nilai P (tekanan parsial suatu gas).
P = Jumlah mol x P total
Jumlah mol total
3. HUBUNGAN TETAPAN KESETIMBANGAN (Kc) DENGAN TEKANAN
PARSIAL (Kp)
Kp = Kc (RT) ∆n
Ket :
∆n = Jumlah mol produk – jumlah mol reaktan
R = 0,082 L atm K-1 mol-1
T = Temperatur mutlak Kelvin (0C diubah menjadi Kelvin ditambah 273)
4. DISOSIASI
Disosiasi adalah reaksi penguraian suatu zat yang menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana. Reaksi disosiasi adalah suatu reaksi setimbang dalam suatu system yang tertutup, dimana sebuah zat terurai menjadi beberapa zat.
Untuk mengetahui berapa bagian zat yang terdisosiasi digunakan derajat disosiasi (α).
(α) = Jumlah mol zat terurai
Jumlah mol zat mula-mula
SOAL LATIHAN KESETIMBANGAN KIMIA
1. BiCl3(aq) + H2O(aq) BiOCl(s) + 2HCl(aq)
Ke mana kesetimbangan bergeser jika pada suhu tetap :
a. Jika BiCl3 ditambah
b. Jika BiOCl ditambah
c. HCl dikurangi
2. Pada temperatur 4000C dalam ruang yang volumenya 3 liter terdapat system kesetimbangan :
2 HBr(g) H2(g) + Br2(g)
Pada saat kesetimbangan dicapai di dalam ruang, terdapat 0,25 mol H2 dan 0,25 mol Br2 serta 0,50 mol HBr. Hitunglah Kc!
3. Dalam suatu wadah yang volumenya 2 liter, dimasukkan 0,1 mol HI, lalu terurai :
2HI(g) H2(g) + I2(g)
Jika I2 yang terbentuk adalah 0,02 mol, hitunglah tetapan kesetimbangannya!
4. Dalam suatu tempat bertekanan 2 atm, terdapat campuran gas-gas; 0,1 mol gas A, 0,15 mol gas B, dan 0,025 mol gas C.
A(g) + B(g) C(g)
Tekanan total = 2 atm
Hitung tekanan parsial masing-masing gas dan tetapan kesetimbangan (Kp)!
5. Dalam ruang 1 liter, pada temperatur 270C terdapat kesetimbangan ;
PCl5(s) PCl3(g) + Cl2(g)
Jika pada keadaan tersebut harga Kc=0,25M dan R=0,082 L atm K-1 mol-1, berapa harga Kp zat tersebut!



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

2 komentar:

  1. mohamad rivai mengatakan...:

    wah pusing,,,,

  1. mela feriani mengatakan...:

    jawabannya kaka???

Poskan Komentar